PUISIINDAH PAGI HARI. Posted by Unknown on 03.23. Pagi merayap kelam bertudung abu-abu, selaras hati membiru, berselimut dekapan embun. Langit pagiku merah saga, di sana engkau bersemayam bersama semua harapan. sejak kepergianmu, Bu. Ayah menjadi buta warna. Haru biru saat ia mengunjungi makammu.
. Gunung yang tinggi di atas tanah iniKabut putih dan cermelang Udara segara yg sejuk di pagi yg indah Ini di sawah hijau yg senjuk Air yg di daun sangat indah Embung pagi jatuh di daun sangat sore yg Indah dan sejukMatahari yg sangat hangat Menyinari di lingkungan alam Sinar matahari yg sangat sejuk Baik bagi tubuh yg hati tampah cerah Mohon tunggu... Lihat Puisi Selengkapnya Beri Komentar Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
Kumpulan puisi di pagi hari yang indah. Suasana pagi yang indah, sejuk dan cerah, terkadang menjadi suatu inspirasi yang indah untuk jiwa yang sepi dalam menulis puisi tentang keindahan suasana pagi yang indah dapat digunakan sebagai motivasi agar semangat pagi dapat direngkuh menjalani hari-hari yang indah, seindah mentari pagi yang bersinar menerangi diketahui pagi adalah hari baru setelah malam berlalu yang menandakan kita akan memasuki kisah baru yang terkadang tak dapat diterka pagi hari yang cerah akan membuka perjalanan kecerahan hidup atau mungkin pagi yang mendung akan membawa pada kesedihan seperti mendung pagi yang sering kali diartikan sebagai kesedihan dalam mungkin saja di suasana pagi yang indah dijadikan suatu motivasi atau renungan pagi dalam hidup untuk membangkitkan semangat mengawali aktivitas agar dapat menggapai yang dengan suasana pagi yang indah berikut ini adalah daftar judul puisi tentang pagi dengan tema puisi di pagi hari indah diterbitkan antara menunggu pagiPuisi terang itu di manaPuisi senyum manis di seberang tuguPuisi harapan yang hampaPuisi terselubung piluPuisi ilalang tanpa jinggaPuisi setiakah akuPuisi pagi tak pernah ingkarPuisi memaknai diriPuisi kenangan bersamamuSepuluh koleksi contoh puisi pagi yang dapat menjadi sumber inspirasi untuk puisi tentang pagi, atau dikembangkan menjadi puisi-puisi selamat Puisi Di Pagi Hari yang pagi adalah kata kata indah di pagi hari yang dirangkai dengan kata kata puisi yang mendeskripsikan tentang suasana keindahan pagi dalam bentuk puisi dan kata kata untuk menyambut puisi dan maknanya dalam bait puisi pagi hari yang indah dipublikasikan puisi dan kata bijak, untuk lebih jelasnya silahkan disimak saja berikut ini deretan tema puisi suasana pagi yang HARAPAN YANG HAMPAOleh Sanawi NawiCahaya begitu indahMelati begitu wangiHarapan indahBagaikan matahari di pagi mekar serbak mewangiAkankah ada cinta tulus suciAkankah ada kasih sayang murniUntuk menggapai kenangan dan harapanTiada lagi sisa cintaHarapan pun jadi MENUNGGU PAGIOleh Somo Lebuz Hoa HoeKetika senja mengantar mimpiBiarkan sejenak aku nikmatiCerita malam dalam impianWalau lelapku bukan kenyataanJika aku terbangun nantiLupakan aku tentang ilusiNyataku mengukir asaSadarku menelusuri masaBiarlah mimpi menunggu pagiBiarkan raga menyambut mentariJika kau rasakan sejuknya embun pagiJiwa mu telah kembaliHidup adalah ceritaSepenggal kisah mengejar asaYang nyata penuh tipuanLebih baik mimpi jadi kenyataanBack to list puisi di pagi Hari ↑Terang Itu di ManaOleh BaraPagi ini mendungBerturut resahDi tanah masih membasahDaun dan kembang berdiam sajaLambainya tertahanAngin masih bermalasanMungkin lelah semalamMembawa hujan temui fajarHati ini gundahMencari entahTak ingin menangisDan lagiHari dan matanyaSegeralah terangIndonesia 12 Maret 2018. Back to list puisi di pagi Hari ↑Senyum Manis di Sebrang TuguOleh BaraBola api riang memancarkehangatan begitu memagardingin pagi tersadarmanis menyambut dan memudarSecangkir kopi di sudut mejakepulan asap menanti jedabincang kata menakar maknadi mula hari suasana kotaSebuah lagu mengalun syahdumengiringi tatap di sebrang tugubayangan lesat coba mengganggusemanis rupa masih terpaduDesah memanjang senyum terpandanggerai hitam lembut menendangdegup di dada kian mengencangmerajuk hasrat tak ingin pulangIndonesia 11 Maret 2018. Back to list puisi di pagi Hari ↑TERSELUBUNG PILUOleh JakariaPagi nan sunyi lukisan kalbu. Gambarkan suasana hati tanpa orang lain pawana tak seperti biasa, hari ini membekukan terselubung mentari! begitu sulit melebarkan senyum pelangi! sungguh sukar mewarnakan semangat seindah tak lagi bernuansa bagai nabastala ... yang memaksakan hingga di ujung pusara mulai tertunduk rapuh dan kobaran asa masih nan sunyiMengamati pelangiHening sendiriBack to list puisi di pagi Hari ↑ILALANG TANPA JINGGAOleh Muhammad AlamsyahTetes biru airmata ashoka lunaki waru mengeringSusup dalam embun udara bening yang heningSepucuk ilalang tersipu lenggok menari sepiBiar rindu hanya dimiliki kemangi mewangiBetapa sombongnya tulip dilambaikan musimAnggrek melukis matahari dalam tenangnya kolam bertepi melatiRayu- rayu cinta rumput benggala semerbak aroma surgaTapi lihat, sekali lagi ilalang membunuh rindu seperti sendu mendayuhIlalang itu tak kan mati meski kemarau meracik dahagaIlalang itu subur meski hujan tak menyimpan bunyiIlalang itu tulang menjulang walaupun angin membadaiTentu masa memahamnyaRiang menggema dzikir memeluk jiwa tuhannyaIlalang itu warna tanpa jinggaTengadah ke langit PenciptaSeperti air tanpa ambisa cintaMembumi, bersaksi tentang hari melupakan senjaSalam pagi untukmu ilalangLagi- lagi sambut hari menerus renungPercakapan kemarin adalah kebenaran tentang kehidupan masing- masingKau benar separuh manusia itu kalbu yang terkunci,Kau sendiri belukar ditemani mimpi musim semiDan kita, sahabat- sahabat padang meski dicampakkan waktu yang angkuh simpuhi bumiBack to list puisi di pagi Hari ↑SETIAKAH AKUOleh Sukma taufikPagi menjemputDi mimpi malamAdakah ku tau hari ini?Waktu berputarTanpa ragu berlaluTinggalkan diriDalam bayang semuLalu tersadarkah akuDi rona langit-muBanyak tanda misteriLantas setiakah akuMenyapa-muDi lima waktu Back to list puisi di pagi Hari ↑PAGI TAK PERNAH INGKAROleh Yrm Fajar Joyo KuncoroningratKetika pagi menyapaSesungguhnya aku sudah tak peduli lagiItu hanyalah pertanda bahwa hari telah bergantiAku tahu pagi tak pernah ingkar akan kehadirannyaYang selalu datang pada saatnya tanpa dimintaAku menunggumu sesungguhnya kamuTapi kutahu itu hanyalah khayalankuKepada langit kusampaikan rindukuAgar menjadi hujan dan kau akan membaca tulisan rindukuDi tiap tetesan yang basahDi situlah rasaku kuselipkan diantaranyaBack to list puisi di pagi Hari ↑Memaknai DiriOleh Isa MaulanaAku merupa Kumbang Jalang yang menari di atas kubangan jasadRuh kesatria yang kalah setelah kemenangan berperangSerupa kidung sunyi pelena tidur bayi di malam hariKian senyap tertutup kemilauan sang duniaDesah napasku tersekal riuhnya angin malamTersedak kepiluan tarian Bidadari penikmat SurgaLangkah nan gontai bila badai menerpa indahnya malam pertamaKala sang Pipit merenda anak-anaknya yang lelah bermainMengenali diri memang sulitSerupa untaian benang yang terpintal tanpa polaNamun maknanya begitu dalam jika ruh menjiwa di kalbuMeresap lekat bagai daging Domba terpanggang apiHaruskah semuanya memijar bersama sinar surya di pagi hariMemendar indah bagai liukan berjuta Malaikat perinduAh ... damai jiwa dalam dekapan bestariBila diri telah mengenal tiap jejaknyaAku ... rindu akan sukmamu hai pecintaMeski sang raja jemawa di atas singgasana kelamMematri jutaan rakyat yang memilu akan harga gamdumAku di sini, memahami setiap inci ragaBack to list puisi di pagi Hari ↑KENANGAN BERSAMAMUOleh Derhana SariDiujung resah disisa pagi iniMencoba menerobos nun jauh disana,sepasang mata yang masih kusebut lelap ...Atau tawa dan gemetar jemari yang mereka ciptakan ...Berdosa kah bila detik ini tanpa sengajaAku mengusik kenangan bersamamu ,Tapi kupastikan tidak berlangsung lama,Karena secuil pun tidak pernah terlintas dibenak ini,untuk menikmati dosa merindui mu ... ... ...Bahagialah disana,Dengan mengubur semua kenangan,Meski sesekali kita pasti menziarahinya ... ...Mungkin saja disana kau yang terlebih dahuluLalu sebut namaku ...Dan sebuah usikan ini sungguh seperti air tawar disaat aku tidak kehausan ... ...Perjalanan ku ini sudah sangat jauh ,Mungkin tak sempat untuk ku melihat kebelakang,Dan kalau pun kesempatan itu ada,Ku pastikan hanya sekedar memastikan,yang kugenggam adalah jemari yang menguatkanku ...Jauh ...Menjauhlah ...Jangan mendekatiku lagi,Meski sekedar bayangan ...Biarlah semua layaknya kabut yang kutemuiDan akan menghilang ditelan waktu ...Berbahagialah ...Untuk seseorang yang berdiri tepat disampingmu,Jaga hatinya,Karena seperti ku tidak akan kau temui lagi .Yang menerima getirnya ditinggalkan tanpa dendam .Demikianlah kumpulan puisi di pagi hari yang indah. Simak/baca juga puisi-puisi selamat pagi yang lain di blog ini, semoga puisi pagi di atas dapat menghibur dan bermanfaat dan mengingat kepada orang tersayang di pagi hari. Sampai jumpa pada tema puisi pagi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Minggu pagi , untukmu yang galau , untukmu yang gembira, untukmu yang pilu sedih, untukmu yang bahagia ceria dan seneng hatinya. Berikut ini ada beberapa puisi ucapan selamat pagi yang bisa di kirim ke siapa saja , entah sms, chat wa bahkan untuk buat status. Ok langsung saja. 1- Jika secangkir kopi pagi tak mampu lagi lahirkan puisi, untuk apa lagi kukulum sepi setiap inci... 2- Banyak hl yg ingin ku tuang dlm sebait puisi tpi lelakiku begitu angkuh tuk ku terjemahkan,sampai beranjak pagi pun aq blm bisa bermimpi 3- Aku ingin menjadi pagi. Yang setiap muncul “didoakan selamat” oleh banyak umat. 4- Puisi ini kutulis untuk mengingatkanmu bahwa sebelum sedingin udara pagi, kau pernah sehangat api unggun di malam hari. 5- ibarat pujangga yang menaruh ayat kehidupan, apakah uranus pagi menyentuh orang-orang? 6- lubang hitam pagi, lebah, bintang - semua menyelimuti rasa khawatir. memang diriku yang memutari permainan takdir dalam tempurung bahasa 7- malaikat rembulan, capung, uranus - semua siapkan durjana. rubah pagi ibarat buku tanpa menutup mata 8- Pagi yg tnp puisi, setuang kopi mencaci. Menggigit setengah roti dgengan perasaan tak kunjung terobati 9- Semilir angin di pagi buta, kerap gigilkan raga. Namun jiwa yang menyala, tak kenal lelah mengejar cinta. 10- Ini pagi yang indah untuk kau maki, hadapi saja, meski rindu membuatmu patah hati 11- Pagi mentari Hangatkanlah raga ini Dari dinginnya embun pagi Dari khayalan imajinasi Beribu pribadi Yang semakin menjadi 12- Mengurung sepi dalam puisi, membait sejuta misteri; kopi dan pagi. 13- Ohh ini adalah bagian looping paling sinting, waktu hanya berputar di jam pagi berbagi hati di dimensi kedua sampai bermimpi. 14- Pagi yang kepagian. Datang tanpa aku undang. Sementara sepasang mataku belum sempat aku pejamkan. 15- Selamat pagi kopi Yang selalu memberi inspirasi Di setiap bait-bait puisi Menuliskan perasaan hati Untuk kekasih hati. 16- jiwa dan nyawa yang sendiri seakan-akan mendung pagi melebihi bisik bintang jatuh 17- Terpejam netra Berhias bunga pilu Sebelum pagi menyapa Kurayu malam, lumpuhkan ingatanku. 18- " Pada senyummu, Puisi. kuhantarkan lagi setia juga cerita-cerita abadi tentang senja" 19- meski tanpa secangkir kopi, pagi ini percakapan kita tetap hangat; kau bergurau dengan cinta aku menjamu rindu. 20- Selamat pagi Penyelamat hati Di jari manismu Aku menaruh janji Kuberikan seluruh isi hati 21- pagi memerah mega mengundang tanya hari ini, kisah apa yang kau bawa? 22- Kau bilang kau ingin bbrpa puisi driku.. Maka pagi ini kusuguhkan secangkir kopi dan sajak sajak rindu 23- Segelas teh hangat, di pagi yang begitu muda. Kau nampak tersenyum murah, meski kutahu itu bukan untukku adinda. 24- Dan tiba-tiba hari-hariku berubah menjadi puisi Semilir di pagi hari Meriang jika siang Pecah, serupa ombak-ombak pasang kalau malam 25- Pagi yang indah dengan secangkir kopi, sembari menunggu calon istri yang masih sibuk berurusan dengan calon mantannya Demikian puisi pendek ucapan selamat pagi mudah mudahan bisa jadi inspirasi.
Pagi merayap kelam bertudung abu-abu, selaras hati membiru, berselimut dekapan embun. Langit pagiku merah saga, di sana engkau bersemayam bersama semua harapan sejak kepergianmu, Bu. Ayah menjadi buta warna. Haru biru saat ia mengunjungi makammu. tujuh warna pelangi di langit tetap tak seindah hitam putih sepasang matamu. Puisi ini, adalah rangkum-rangkum suara yang kian renta memanggilmu. Pagi digerus hujan tanpa ampun. Nyanyian pipit tak pudar walau ditelan gemericiknya. Sabda alam terangkai syahdu hari ini. Sesekali kutafsirkan namamu disini, agar kelak mereka pahami, sajak ini lebih pedih dari takdir yang saling memunggungi. Engkau dan wujud nyatamu, adalah bentuk cinta yang tetap tinggal. Kehilanganmu, adalah lubuk terdalam dari kesepian. Engkau menanyakan kabar, aku mempertanyakan hati. Isi hati kita serupa kuncup bunga yang akan bermekaran saat tertuang menjadi kata-kata cinta kekasih, mendekatlah! akan kukatakan satu rahasia; yang hanya bisa disampaikan lewat sebuah ciuman. Pada pagi; kita pernah berbagi tawa. Bibir siapa yang pertama kali mengecap tubir cangkir kopi. untukmu dik, rindu dilayangkan, ia berupa indah kupu-kupu, penuh kilau warna, penuh riuh cinta jika dadamu tak sanggup lagi menampung anak-anak rindu, terbangkan mereka lewat doa agar sampai ke ulu hatiku. awal april ini kekasih, 4 tahun sudah kita menjalin kasih, aku ingin tetap menjadi bumi bagi hatimu hingga ujung waktu sayang, bagi setengah cangkir kopimu. Bukankah hari yang indah dimulai dengan berbagi kamu serupa deru petir di laut lepas. melihatmu hanya sekilas, tapi gemamu menggetarkan rindu sampai ke alas. aku melihat pagi, seperti sayap bidadari. menerbangkan kantuk malam hari, menjelma harapan baru pada secangkir kopi aku berteduh pada pahitnya kopi, kuseduh dengan hujan berkali-kali. embun pagi pergi, mencoba menyalakan matahari. Jika pikiran kita cukup damai untuk mendengarkan, maka Hati akan membisikan kasihnya hari ini… Pagi tiba. Di halaman yang serak daunnya belum kau sapu, kenangan tinggal di situ. Pelukmu, adalah jawaban terindah dalam bercerita tentang pertanyaan rindu, jarak dan pengobat pilunya. Pagi ini,kau, aku dan pelukan yg hilang..dikabarkan langit lewan hujan kecilnya Pagi hampir meninggi..berhenti tidurkan mimpi Dari kejauhan..sayup2 terdengar beberapa puisi dijeritkan pagi..bunyinya menyerupai letus senapan yg menyudahi mimpi pagi tak selalu perihal embun di matamu,tengoklah, langkah anak kecil yang memanen mimpi, bernyanyi di merah lampu Pagi menggeliat, terbangun dari mimpi, embun tersenyum, sekuntum mawar rekah dengan kelopak penuh goresan rindu.. Lazuardi langit pagi tetap menaungi kita, meskipun menyebut Tuhan dengan cara yang berbeda. Tak ada yang tersisa di pagi buta, selain doa yang tak mengenal jeda. Adakah yang lebih baik dari puisi pagi nona? Kecuali doa para pujangga - tentang jiwa yang merindukan cinta. Kokok ayam dan suara anak-anak mengaji di langgar kampung bersahutan menabuh langit pagi hingga bingar. Damai diam di dada. Apa kau mengerti pagi, kekasih. Pagi yg senantiasa kembali, membuat segalanya hadir dalam jubah waktu yg benar-benar baru? Kau dan pagi memasuki kepalaku, melalui pintu-pintu yang ketukannya tak pernah kudengar. kamu adalah selarik sinar di pagi, hangat namun tak dekat; ada, tapi tak bisa didekap Ada yang tak dikabarkan pagi kepadamu daun gugur di depan dermaga tua, dan rinduku padamu yang kian renta.. Nyanyian satwa-satwa pagi masih mengalun lembut, irama eufoni berdendang di melodi paling riang di indra dengarku. Mata pisau yang tajam ini bersedih, saat hendak kusayat bayangmu. Ada yang berkecamuk di dahan-dahan pagi; burung-burung genit menyambut mentari; eufoni paling seni. Padamu adakah yang lebih menyentuh kepedihanku, selain rindu yang mengembun dari pagi ke pagi. NEW UPDATE pagi terlalu rahasia. adzan jatuh di daun telinga. aku mendoakanmu pada sakral subuh yang dingin. di sebuah padang aku mendirikan kemah untuk beristirahat sejenak dari perjalanan panjang menuju rimbun rimbamu. ketika muram napasku murka entah hanya dengan seulas senyummu, ia tergoda bahagia hingga tiada sadar melucuti duka. Setiap pagi rindu bermain dengan sepi, lirih-lirih dingin menanti, berselimut nyeri di dada kiri. Seperti pagi, kau datang kembali. Meski kini tak untuk kucintai. Ingatlah, aku selalu memulai pagi dengan niat mencintai kamu. Puisi adalah embun yang terjatuh dari hatiku, meneteskan rindu di dadamu, membutir bening di sudut mataku. setiap pagi, aku ingin melengkungkan senyummu, dan bersyukur pada fajar dan seisi jantung yang berdebar. dari sunyi yang jauh, pagi rekah dan tumbuh, sebagai pilar-pilar cahaya yang kita pahat sebagai doa paling bahagia. Yang benderang di pagi buta ini adalah senyummu; yang berpijaran menyambutku membuka mata pagi. Selamat pagi, Sahabat. Sambutlah matapagi, cinta Tuhan paling puisi =. Kupeluk pagiku bersama wangi napas rinduku, kusebut namamu di setiap doaku. Kekasih, kaubuat hatiku terjatuh. Desir kesiup menyibak surai, cantiknya laik bidadari kayangan, meski hanya sebatas angan. Dalam naungan udara subuh, kitalah sepasang doa. Saling berbagi cahaya, saling damba Di pungkur malam sebelum subuh kau menelponku. Berbincang tentang pagi, teramat sunyi bila sendiri. bila matahari tak kunjung terjaga, aku masihlah pagi yang mencintaimu sejak pertama kaubuka mata jendela. Semoga hari ini kau berkabar kebaikan dalam puisi
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pagi yang SejukKarya Suhadi SastrawijayaPagi datang menggeliatkan mentariEmbun dan sisa air hujan bergelayut di dedaunanMemberikan kesejukan dari sisa kegersangan hari kemarin Pada pagi yang sejuk di bulan juniAku menantiSegala harap di hari depanTentang cita-cita dan cintaAku meminta kepada yang maha kuasaAgar semuanya menjadi nyata terlaksana Patia, 09 Juni 2023 Lihat Puisi Selengkapnya
Makassar - Puisi Pendek adalah salah satu jenis karya sastra yang populer di kalangan masyarakat. Contoh puisi pendek kerap kita temukan dalam berbagai tema seperti cinta, kehidupan, lingkungan, dan orang menggunakan puisi untuk mengekspresikan perasaan dan buah pikiran ke dalam kalimat yang Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima serta penyusunan larik dan bait. Puisi juga diartikan sebagai gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman hidup dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus. Adapun puisi pendek adalah jenis puisi yang di dalamnya menggunakan kata-kata yang singkat dan tidak terlalu panjang. Meski begitu makna yang terkandung di dalamnya cukup untuk lebih memahami tentang puisi pendek, berikut ini berbagai contoh puisi pendek yang telah dihimpun detikSulsel dari berbagai sumber;Contoh Puisi Pendek Tentang Cinta1. Cinta yang Agung - Kahlil GibranAdalah ketika kamu menitikkan air matadan masih peduli terhadapnya..Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia..Adalah ketika dia mulai mencintai orang laindan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata 'Aku turut berbahagia untukmu..Apabila cinta tidak berhasil...Bebaskan dirimu...Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnyadan terbang ke alam bebas lagi..Ingatlah... bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya..Tapi..ketika cinta itu mati..kamu tidak perlu mati bersamanyaOrang terkuat BUKAN mereka yang selalumenang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh2. Aku Ingin - Sapardi Djoko SamonoAku ingin mencintaimu dengan sederhanadengan kata yang tak sempat diucapkankayu kepada api yang menjadikannya abuAku ingin mencintaimu dengan sederhanadengan isyarat yang tak sempat disampaikanawan kepada hujan yang menjadikannya tiada3. Surat Cinta - Goenawan MohamadBukankah surat cinta ini ditulisditulis ke arah siapa sajaSeperti hujan yang jatuh ritmismenyentuh arah siapa sajaBukankah surat cinta ini berkisahberkisah melintas lembar bumi yang fanaSeperti misalnya gurun yang lelahdilepas embun dan Balada Orang-Orang Tercinta - WS RendraKita bergantian menghirup asamBatuk dan lemas tercerukMarah dan terbaret-baretCinta membuat kita bertahandengan secuil redup harapanKita berjalan terseok-seokMengira lelah akan hilangdi ujung terowongan yang terangNamun cinta tidak membawa kitamemahami satu sama lainKadang kita merasa beruntungNamun harusnya kita merenungAkankah kita sampai di altarDengan berlari terpatah-patahMengapa cinta tak mengajari kitaUntuk berhenti berpura-pura?Kita meleleh dan tergerusSerut-serut sinar matahariSementara kita sudah luparasanya mengalir bersama kehidupanMelupakan hal-hal kecilyang dulu termaafkanMengapa kita saling menyembunyikanMengapa marah dengan keadaan?Mengapa lari ketika sesuatumembengkak jika dibiarkan?Kita percaya pada cintaYang borok dan tak sederhanaKita tertangkap jatuh terperangkapDalam balada orang-orang tercinta5. Lagu Gadis Itali - Sitor SitumorangKerling danau di pagi hariLonceng gereja bukit ItaliJika musimmu tiba nantiJemputlah abang di teluk NapoliKerling danau di pagi hariLonceng gereja bukit ItaliSedari abang lalu pergiAdik rindu setiap hariKerling danau di pagi hariLonceng gereja bukit ItaliAndai abang tak kembaliAdik menunggu sampai matiBatu tandus di kebun anggurPasir teduh di bawah nyiurAbang lenyap hatiku hancurMengejar bayang di salju gugur1955Contoh Puisi Pendek Tema Kesedihan6. Elegi - Joko PinurboMaukah kau menemaniku makan? Makan dengan piring yang retak dan sendok yang patah. Makan, menghabiskan hatiku yang makan malam terakhirnya Di surga kecilnya yang suram. Besok ia sudah terusir kalah Dan harus pergi menuju entahLalu mereka berfoto bersama Sementara mobil patrol berjaga-jaga di ujung sana. Lalu hujan datang memadamkan api di akan merindukan rumahnya dan akan sering menengoknya lewat mesin pencari kenangan sebelum malam Elegi Jakarta - Asrul SaniPada tapal terakhir sampai ke Yogya,bimbang telah datang pada nyalalangit telah tergantung suramKata-kata berantukan pada arti sendiriBimbang telah datang pada nyaladan cinta tanah air akan berupapeluru dalam darahserta nilai yang bertebaran sepanjang masabertanya akan kesudahan ujianmati - atau tiada mati-matinyaO jenderal, bapa, bapatiadakah engkau hendak berkata untuk kesekian kaliataukah suatu kehilangan keyakinanhanya akan tetap tinggal pada titik-sempurnadan nanti tulisan yang telah diperbuat sementaraakan hilang ditiup anginia berdiam di pasir kering8. Senja di Pelabuhan Kecil - Chairil AnwarIni kali tidak ada yang mencari cintaDi antara gudang, rumah tua, pada ceritaTiang serta perahu tiada berlautMenghembus diri dalam mempercayai mau berpautGerimis mempercepat kelamAda juga kelepak elang menyinggung muramDesir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akananTidak bergerak dan kini tanah, air tidur, hilang lagi. Aku menyisir semenanjungMasih pengap harapSekali tiba di ujungDan sekalian selamat jalan dari pantai keempatSedu penghabisan bisa terdekap9. Sia-Sia - Chairil AnwarPenghabisan kali itu kau datangMembawa kembang berkarangMawar merah dan melati putihDarah dan suciKau tebarkan depankuSerta pandang yang memastikan untukmuLalu kita sama termanguSaling bertanya apakah ini?Cinta? Kita berdua tak mengertiSehari kita bersama. Tak Hatiku yang tak mau memberiMampus kau dikoyak-koyak 194310. Derai-Derai Cemara - Chairil Anwarcemara menderai sampai jauhterasa hari akan jadi malamada beberapa dahan di tingkap merapuhdipukul angin yang terpendamaku orangnya bisa tahansudah berapa waktu bukan kanak lagitapi dulu memang ada suatu bahanyang bukan dasar perhitungan lagihidup hanyalah menunda kekalahantambah terasing dari cinta sekolah rendahdan tahu, ada yang tetap tak diucapkansebelum pada akhirnya kita menyerah1949Contoh Puisi Pendek tentang Guru & Pendidikan11. Guru - Kahlil GibranBarang siapa mau menjadi guruBiarlah dia memulai mengajar dirinya sendiriSebelum mengajar orang lainDan biarkan pula dia mengajar dengan teladanSebelum mengajar dengan kata-kataSebab, mereka yang mengajar dirinya sendiriDengan membenarkan perbuatan-perbuatan sendiriLebih berhak atas penghormatan dan kemuliaanDaripada mereka yang hanya mengajar orang lainDan membenarkan perbuatan-perbuatan orang lain12. Guruku - Mustofa BisriKetika aku kecil dan menjadi muridnyaDialah di mataku orang terbesar dan terpintarKetika aku besar dan menjadi pintarKulihat dia begitu kecil dan luguAku menghargainya duluKarena tak tahu harga guruAtaukah kini aku tak tahuMenghargai guru?13. Bintang - Chairil AnwarAku mencintai kelasmuKamu membantuku 'tuk melihatBahwa untuk hidup bahagiaBelajar adalah kuncinyaKamu memahami muridmuKamu perhatian dan pandaiKamu guru terbaik yang pernah adaAku tahu itu dari awal kita bertemuAku memperhatikan kata-katamuKata-kata dari seorang guru sejatiKamu lebih dari teladan terbaikSebagai guru, kamu adalah bintang14. Dengan Puisi, Aku - Taufik IsmailDengan puisi aku bernyanyi...Sampai senja umurku nanti..Dengan puisi aku bercinta...Berbaur cakrawala...Dengan puisi aku mengenang...Keabadian Yang Akan Datang...Dengan puisi aku menangis...Jarum waktu bila kejam mengiris..Dengan puisi aku mengutuk...Napas jaman yang busuk...Dengan puisi aku berdoa..Perkenankanlah kiranya...15. Guruku - Gus MusKetika aku kecil dan menjadi muridnyaDialah di mataku orang terbesar dan terpintarKetika aku besar dan menjadi pintarKulihat dia begitu kecil dan luguAku menghargainya duluKarena tak tahu harga guruAtaukah kini aku tak tahuMenghargai guru?Contoh Puisi Pendek tentang Alam dan Lingkungan16. Sajak Matahari - RendraMatahari bangkit dari permukaan samodra keluar dari mulutku,menjadi pelangi di keluar dari jidatku,wahai kamu, wanita miskin !kakimu terbenam di dalam harapkan beras seperempat gantang,dan di tengah sawah tuan tanah menanammu !Satu juta lelaki gundulkeluar dari hutan belantara,tubuh mereka terbalut lumpurdan kepala mereka berkilatanmemantulkan cahaya mereka menyalatubuh mereka menjadi baradan mereka membakar adalah cakra jinggayang dilepas tangan Sang menjadi rahmat dan kutukanmu,ya, umat manusia !17. Malam Laut - Sudarto BachtiarKarena laut tak pernah takluk, lautlah akuKarena laut tak pernah dusta, lautlah akuTerlalu hampir tetapi terlalu sepiTertangkap sekali terlepas kembaliAh malam, gumpalan cahaya yang selalu berubah warnaBeginilahh jika mimpi menimpa harapan banciTak kusangka serupa daraSehabis mencium bias menderaKarena laut tak pernah takluk, mereka tak tahu aku di manaKarena laut tak pernah dusta, ku tak tahu cintaku di manaTerlalu hampir tetapi terlalu sepiTertangkap sekali terlepas kembali18. Bunga Alang-Alang - Taufiq IsmailBunga alang-alangDi tebing kemarauMenggelombangMengantarBisik cemaraDalam getarDi jalan setapakEngkau berjalanSendiriKetika pepohon damarMenjajariBintang pagiSesudah topanMembarutWarna jinggaDan seribu kalongBergayutDi puncak randuDi bawah bungurKaupungutBunga rinduSementara awanMenyapu-nyapuFlamboyanKemarau punBerangkatDengan kaki tergesaDalam anginYang menerbangkanSerbuk bunga. 196319. Adakah Suara Cemara - Taufiq IsmailAdakah suara cemara Mendesing menderu padamu Adakah melintas sepintas Gemersik daunan lepasDeretan bukit-bukit biru Menyeru lagu itu Gugusan mega Ialah hiasan kencanaAdakah suara cemara Mendesing menderu padamu Adakah lautan ladang jagung Mengombakkan suara Hujan Bulan Juni - Sapardi Djoko Damonotak ada yang lebih tabahdari hujan bulan Junidirahasiakannya rintik rindunyakepada pohon berbunga itutak ada yang lebih bijakdari hujan bulan Junidihapusnya jejak-jejak kakinyayang ragu-ragu di jalan itutak ada yang lebih arifdari hujan bulan Junidibiarkannya yang tak terucapkandiserap akar pohon bunga ituContoh puisi Pendek tentang Perjuangan21. Diponegoro - Chairil AnwarDi masa pembangunan inituan hidup kembaliDan bara kagum menjadi apiDi depan sekali tuan menantiTak gentar. Lawan banyaknya seratus di kanan, keris di kiriBerselempang semangat yang tak bisa barisan tak bergenderang-berpaluKepercayaan tanda berartiSudah itu NegeriMenyediakan di atas menghambaBinasa di atas ditindasSesungguhnya jalan ajal baru tercapaiJika hidup harus Di Bawah Selimut Kedamaian Palsu - Widji Thukulapa guna punya ilmukalau hanya untuk mengibuliapa gunanya banyak baca bukukalau mulut kau bungkam meluludi mana-mana moncong senjataberdiri gagahkongkalikongdengan kaum cukongdi desa-desarakyat dipaksamenjual tanahtapi, tapi, tapi, tapidengan harga murahapa guna banyak baca bukukalau mulut kau bungkam melulu23. Musium Perjuangan - KuntowijoyoSusunan batu yang bulat bentuknyaberdiri kukuh menjaga senapan tuapeluru menggeletak di atas mejamenanti putusan tahu sudah, di dalamnyatersimpan darah dan air mata kekasihAku tahu sudah, di bawahnyaterkubur kenangan dan impianAku tahu sudah, suatu kaliibu-ibu direnggut cintanyadan tak pernah kembaliBukalah tutupnyasenapan akan kembali berbunyimeneriakkan semboyanMerdeka atau sesudah sebuah perangselalu pertempuran yang barumelawan Jakarta 17 Agustus 45 Dinihari - Sitor SitumorangSederhana dan murniImpian remajaHikmah kehidupanberNusaberBangsaberBahasaKewajaran napasdan degub jantungKeserasian beralamdan bertujuanLama didambakanmenjadi kenyataanwajar, bebasseperti embunseperti sinar mataharimenerangi bumidi hari pagiKemanusiaanIndonesia Merdeka17 Agustus 194525. Atas Kemerdekaan - Sapardi Djoko Damonokita berkata jadilahdan kemerdekaan pun jadilah bagai lautdi atasnya langit dan badai tak henti-hentidi tepinya cakrawalaterjerat juga akhirnyakita, kemudian adalah sibukmengusut rahasia angka-angkasebelum Hari yang ketujuh tibasebelum kita ciptakan pula Firdausdari segenap mimpi kitasementara seekor ular melilit pohon itu inilah kemerdekaan itu, nikmatkanlahContoh Puisi pendek tentang Tuhan & Agama26. Doa - Taufik IsmailTuhan kamiTelah nista kami dalam dosa bersamaBertahun-tahun membangun kultus iniDalam pikiran yang gandaDan menutupi hati nuraniAmpunilah kamiAmpunilahAminTuhan kamiTelah terlalu mudah kamiMenggunakan AsmaMuBertahun di negeri iniSemoga Kau rela menerima kembaliKami dalam barisanMuAmpunilah kamiAmpunilahAmin27. Karena Kasihmu - Amir HamzahKarena kasihmuEngkau tentukan waktuSehari lima kali kita bertemuAku anginkan rupamuKulebihi sekaliSebelum cuaca menali suteraBerulang-ulang kuintai-intaiTerus menerus kurasa-rasakanSampai sekarang tiada tercapaiHasrat sukma idaman badanPujiku dikau laguan kawiDatang turun dari datukuDiujung lidah engkau letakkanPiatu teruna di tengah gembalaSunyi sepi pitunang PoyangTadak meretak dendang dambakuLayang lagu tiada melangsingHaram gemerencing genta rebanaHatiku, hatikuHatiku sayang tiada bahagiaHatiku kecil berduka rayaHilang ia yang dilihatnya28. Sajadah Panjang - Taufiq IsmailAda sajadah panjang terbentangDari kaki buaianSampai ke tepi kuburan hambaKuburan hamba bila matiAda sajadah panjang terbentangHamba tunduk dan sujudDi atas sajadah yang panjang iniDiselingi sekedar interupsiMencari rezeki, mencari ilmuMengukur jalanan seharianBegitu terdengar suara azanKembali tersungkur hambaAda sajadah panjang terbentangHamba tunduk dan rukukHamba sujud dan tak lepas kening hambaMengingat Gumamku ya Allah - RendraAngin dan langit dalam diriku,gelap dan terang di alam raya,arah dan kiblat di ruang dan waktu,memesona rasa duga dan kira,adalah bayangan rahasia kehadiran-Mu, ya Allah!Serambut atau berlaksa hastaentah apa bedanya dalam penasaran yang senantiasa manusia tak ada yang rindu pada-Mu menyala di puncak yang manusia sama tidak tahu dan sama adalah kemah para beragam doa dan yang sama dalam bahasa-bahasa Jadi - Suradji Calzoum Bachritidak setiap deritajadi lukatidak setiap sepijadi duritidak setiap tandajadi maknatidak setiap maknajadi ragutidak setiap jawabjadi sebabtidak setiap janganjadi pegangtidak setiap kabarjadi tahutidak setiap lukajadi kacamemandang Kaupada wajahkuPuisi Tentang Kritik Sosial & Pemerintah31. Aku Tulis Pamplet Ini - RendraAku tulis pamplet inikarena lembaga pendapat umumditutupi jaring bicara dalam kasak-kusuk,dan ungkapan diri ditekanmenjadi peng - iya - yang terpegang hari inibisa luput besok luar kekuasaan kehidupan menjadi teka-tekimenjadi marabahayamenjadi isi kebon kritik hanya boleh lewat saluran resmi,maka hidup akan menjadi sayur tanpa pendapat umum tidak mengandung mengandung perdebatanDan akhirnya menjadi monopoli tulis pamplet inikarena pamplet bukan tabu bagi inginkan merpati ingin memainkan bendera-bendera semaphore di ingin membuat isyarat asap kaum tidak melihat alasankenapa harus diam tertekan dan ingin secara wajar kita bertukar berdebat menyatakan setuju dan tidak ketakutan menjadi tabir pikiran ?Kekhawatiran telah mencemarkan telah mengganti pergaulan pikiran yang menyinari airmata yang berderai menjadi memberi mimpi pada angin menyingkapkan keluh kesahyang teronggok bagai tulis pamplet inikarena kawan dan lawan adalah dalam alam masih ada yang tenggelam diganti besok pagi pasti terbit di dalam air lumpur kehidupan,aku melihat bagai terkacaternyata kita, toh, manusia!32. Orang-orang Kecil - Sandy Tyasorang-orang keciladalah bidak-bidak caturbenda permainantanpa jiwatanpa martabatmereka bukanlahmahluk Tuhanyang bernama manusiadiperlakukanbagai lembuditimbangbagai arang batudikocok bagai dadudiputar bagai roletbenda-benda yang tak memilikihak-hak azasicuma bisa menyimpan suarasebab tak berhak bicarapada akhirnyasuara pun hilangdari kerongkongannyasebab kehabisantenaga33. Kau Pun Tahu - Acep Zamzam NoorKau pun tahu, tak ada lagi cintaDalam pengembaraankuBintang-bintang yang kuburuSemua meninggalkankuLampu-lampu sepanjang jalanPadam, semua rambu seakanMenunjuk ke arah jurangKau pun tahu, tak ada lagi cintaDalam setiap ucapankuSuara yang masih terdengarBerasal dari kegelapanKata-kata yang kusemburkanMenjadi asing dan mengancamSeperti bunyi senapanKau pun tahu, tak ada lagi cintaDalam puisi-puisikuKota telah dipenuhi papan-papan iklanMaklumat-maklumat ditulis orangDengan kasar dan tergesa-gesaMereka yang berteriakTak jelas maunya apaKau pun tahu, tak ada lagi cintaDalam doa-doakuAku sembahyang di comberanMenjalani hidup tanpa keyakinanPerempuan-perempuan yang kupujaSeperti juga para pemimpin itu -Semuanya tak bisa dipercayaKau pun tahu, tak ada lagi cintaDi negeriku yang busuk iniPidato dan kentut sulit dibedakanBegitu juga tertawa dan menangisMereka yang lelap tidurBangunnya pada kesianganPadahal ingin disebut Pantun Zaman Batu - Taufiq IsmailInilah pantun-pantun zaman batu,Pantun untuk mereka yang berkepala siluman dan preman bersatu,Mencuri anggaran dengan mabuk batu akik batu bacanYang bawa senapan matanya mendelik cari wahai kalian para karena berpikir waras bisa biasanya hujannya hujan batuTawaran, biasanya uangnya uang dolarJika akhirnya polisi dan koruptor bersatuHarus dilawan biarpun pangkatnya emas di negeri orangPanen rejeki hatinya bilang kriminalisasi dilarang,Tapi bawahannya tetap akik di negeri sendiri,Hidup tercekik sudah menjadi mimpi jadi bangsa mandiri,Eh, import komoditi tetap jadi mainan jujur bisa kehilangan palu,Hakim lucu dengkulnya berotak koruptor ketawa-ketiwi tak lagi punya malu,Alumni perguruan tinggi harus mengganyang dan Betapa Lucunya Negeri Ini - Sam HaidyTeroris menghilangTabung gas menerjangHarga miras naikOplosan mencekikKasus video porno bikin kalutKasus korupsi ke laut. Simak Video "Kapolrestabes Makassar Minta Maaf soal Mobil Patwal Tabrak Pemotor" [GambasVideo 20detik] alk/asm
pagi yg indah puisi